Senin, 23 Desember 2013

Faktor Penyebab Dan Dampak Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat dialami oleh semua orang, baik tua atau muda, tanpa memandang jenis kelamin, latar belakang sosial, pekerjaan, serta etnis.

Hal seperti ini memang sangat mengkhawatirkan pada beberapa negara sehingga banyak banyak badan atau organisasi yang difungsikan untuk mengatasi tingkat obesitas.

Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai macam gangguan kesehatan bagi seseorang yang mengalaminya.  Orang yang mengalami kelebihan berat badan akan rentan terhadap komplikasi dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, jantung koroner, serta stroke.

Karena itu memiliki tubuh langsing dan ideal akan lebih menguntungkan bagi kesehatan anda sendiri. Ada berbagai macam faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Diantaranya adalah faktor lingkungan serta genetik.

Perubahan pola makan yang bergeser mengarah ke makanan yang mengandung kalori tinggi serta berubahan gaya hidup modern yang membuat kita kurang bergerak atau kurang aktivitas secara fisik juga dituding sebagai penyebab utama dari terjadinya obesitas yang semakin lama semakin meningkat tajam.
  • Faktor lingkungan.
Banyak mengkonsumsi makanan yang tidak sehat seperti junk food yang memiliki rasa enak namun menyebabkan banyak sekali penyakit yang timbul karenanya. Demikian juga dengan makanan cepat saji. Kurangnya aktifitas fisik seperti olahraga serta bekerja. Selain itu terlalu lama duduk sambil menonton televisi juga dapat meningkatkan penimbunan lemak dalam tubuh kita.
  • Faktor genetika.
Keturunan juga dapat menyebabkan seseorang memiliki potensi untuk menjadi kegemukan atau obesitas, kecenderungan mengalami obesitas akan meningkat sekitar 25 hingga 30%. Dan semakin diperparah dengan adanya lingkungan yang menyukai makanan tinggi kalori serta malah beraktifitas.
  • Faktor penyakit.
Penyakit seperti hipotiroidisme yaitu suatu keadaan dimana efek hormon tiroid dalam suatu jaringan menjadi berkurang, atau penyakit yang terjadi karena kurangnya asupan gizi seperti iodina atau yodium. Kelainan hipotalamus, hipotalamus adalah bagian dari otak yang terdiri dari sejumlah nukleus yang memiliki banyak fungsi yang sangat peka terhadapt steroid, glukokortikoid, glukosa, serta suhu, yang dapat menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal di dalam tubuh yang dapat berakibat munculnya penimbunan lemak pada tubuh.


Cara yang sederhana untuk menentukan terjadinya obesitas sentral adalah dengan cara mengukur lingkar perut. Pengukuran lingkar perut umumnya dilakukan pada bagian pinggang  diantara tulang panggul bagian bawah dengan tulang rusuk pada bagian bawah.

Seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas sentral jika lingkar perutnya lebih dari 90 cm pada pria, sedangkan wanita ukurannya lebih dari 80 cm.

Selain itu, untuk menetukan keadaan obesitas kita juga bisa menggunakan rumus IMT atau Indeks Massa Tubuh, yaitu dengan mengukur tinggi badan serta berat badan, kemudian membagi berat badan dengan tinggi badan di kuadrat. Berat badan / (tinggi badan x tinggi badan) Contohnya : seseorang dengan berat badan 72 kg serta tingginya 160 cm, maka 72 / (1.6x1.6) = 28.1 (Gemuk)

Orang yang mengalami kegemukan dibandingkan dengan orang yang lebih kurus, akan rentan sekali terserang penyakit-penyakit tertentu. Perawatan penyakit pada orang yang mengalami obesitas seringkali kurang berhasil dengan baik.

Penyakit tertentu diantaranya adalah apendisitis, sirosis, diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah terutama penyakit jantung koroner. Pasien yang mengalami salah satu dari penyakit diatas yang juga mengalami kegemukan, akan lebih mudah untuk diobati bila mereka mau menurunkan berat badan serta mengatur pola makannya.

Maka, bila anda makan lebih sedikit dari yang dibutuhkan oleh tubuh maka akan dapat merubah lemak menjadi tenaga. Jika dalam beberapa hari ataupun beberapa minggu anda makan sekitar 3500 kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh, maka berat badan anda akan naik sekitar 0,5 kg.

Kelebihan berat badan bukan hanya berpengaruh pada lebar pinggang, namun juga kesehatan otak. Beberapa kasus obesitas memang sangat berbahaya bagi otak. 

Menurut sebuah penelitian, obesitas akan secara otomatis mengubah pola makan pada individu. Individu tersebut akan semakin menjadi kecanduan untuk makan bila berat badannya bertambah. Hal ini disebabkan karena otak butuh untuk dipuaskan dengan semua makanan yang manis-manis serta makanan yang berlemak.

Dalam sebuah studi di Amerika telah menemukan kaitan antara obesitas dengan sistem kekebalan tubuh. Pada awalnya obesitas akan mengubah kinerja sistem imun sehingga dapat meningkatkan resiko inflamasi. Inflamasi tersebut kemudian akan mempengaruhi organ otak serta menghancurkan beberapa bagian organ otak.

Hal ini mengakibatkan suasana hati menjadi mudah berubah serta membuat seseorang menjadi susah untuk menghentikan kebiasaan makan secara berlebih. Masih berkaitan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata keadaan ini akan membuat tubuh serta pikiran menjadi mudah stress. Selain itu, lemak pada bagian perut akan membuat ukuran organ otak menjadi mengecil. Sehingga resiko demensia menjadi semakin meningkat pada orang yang mengalami obesitas.

Demensia adalah  suatu istilah yang umumnya digunakan untuk menjelaskan adanya penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada organ otak. Pernah mendengar diet yoyo? Diet yoyo adalah diet yang cenderung berputar, karena seseorang mengalami peningkatan serta penurunan berat badan yang terus menerus berlanjut.

Diet yoyo mampu membuat berat badan menjadi semakin bertambah. Perputaran ini pun akan mempengaruhi organ otak serta dapat membuat seseorang menjadi cepat stress. Sebuah studi menyebutkan bahwa obesitas mampu merusak memori pada seseorang. Hal ini dikarenakan adanya hormon yang diperoduksi oleh lemak yang dapat menyebabkan inflamasi. Inflamasi ini nantinya akan memberikan pengaruh pada bagian kognitif seseorang yang dapat berakibat seseorang menjadi hilang ingatan.

Minggu, 22 Desember 2013

Meningkatnya Polusi Udara Dapat Sebabkan Peningkatan Resiko Diabetes

asap kendaraanPara penduduk yang tinggal di kota-kota besar yang memiliki tingkat polusi udara yang tinggi, akan berpeluang terserang diabetes sekitar 4% jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi.

Hal ini disebabkan karena kandungan nitrogen dioksida merupakan zat yang terkandung di salam polusi udara yang banyak di temukan di kota-kota besar yang penuh dengan asap kendaraan bermotor.

Orang-orang yang sehat, sepertinya dapat terserang bahaya yang besar akibat dari polusi udara yang berlebihan, karena polusi udara dapat meningkatkan resiko diabetes hingga 10% pada orang-orang yang aktif secara fisik serta meningkatkan sekitar 12% pada orang-orang yang tidak merokok.

Penelitian yang dilakukan sebelumnya juga telah menemukan, bahwa orang yang mengidap diabetes sepertinya akan semakin rentan dengan kondisi yang seperti ini jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pengidap diabetes. Hasil dari penelitian tersebut telah di terbitkan dalam Journal Diabetes Care. Seorang ahli epidemiologi di Boston, Amerika yang bernama John Brownstein, berkata "Polusi udara benar-benar dapat memberikan pengaruh yang nyata pada perkembangan penyakit diabetes" polusi udara karena asap kendaraan bermotor[/caption] Para peneliti tersebut melihat dari data bahwa sekitar 52.000 jiwa di dua kota terbesar di Denmark. Selama kurun waktu 10 tahun, terdapat hampir 3.000 jiwa atau sekitar 5,5% penduduk yang berumur 50 hingga 65 tahun telah terdiagnosa mengalami diabetes untuk yang pertama kali.

polusi udara karena asap kendaraan bermotor"Penelitian itu memang merupakan sebuah studi yang pertama yang telah menunjuukan bawa seseorang yang sehat masih memiliki kemungkinan terserang penyakit sebagai efek samping dari polusi udara" ujar Zorana J. Andersen. Faktor-faktor resiko yang lainnya untuk diabetes terus menjadi suatu indikator yang sangat signifikan dari kemungkin penyakit diabetes.

Maka, bisa di katakan bahwa paparan polusi udara juga merupakan salah satu faktor yang juga harus dipertimbangkan dalam kondisi kesehatan manusia di perkotaan. Sebenarnya meningkatnya resiko yang terjadi sebagai akibat dari polusi udara, hanya sebesar 4 % saja. Dan sepertinya, hubungan diabetes dengan polusi udara, tampaknya lebih besar resikonya pada para wanita dalam penelitian tersebut.

Jadi, sepertinya harus ada penelitian yang lebih lanjut yang berdasarkan pada perbedaan jenis kelamin yang berhubungan dengan kerentanan terhadap paparan polusi udara. Selain itu, penelitian tersebut masih belum dapat dibuktikan keabsahannya. Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa masih ada faktor-faktor lain yang menyebabkan diabetes, seperti stres, sosial dan lain sebagainya.

Orang yang tinggal di perkotaan yang memiliki tingkat polusi lalu lintas yang tinggi juga sangat berpotensi untuk mengalami sedikit peningkatan risiko kematian akibat dari penyakit stroke. Ada sebuah bukti yang mengindikasikan bahwa partikel polusi sangat kecil sekali sehingga sangat memungkinkan untuk masuk dan berada di dalam aliran darah. Sehingga dapat memberikan potensi untuk terjadinya peradangan dan penyempitan darah di dalam tubuh, yang nantinya akan dapat menyebabkan  serangan jantung, gagal jantung, stroke dan bahkan asma.

mencegah terkena polusi udaraSeorang ahli kesehatan lingkungan dari University of British Columbia di Canada yang berbama Michael Brauer, mengatakan "Polusi udara itu memiliki dampak yang sama buruknya seperti asap rokok  pada pembuluh darah.

Namun ada sedikit perbedaan, sebab siapa saja bisa terkena polusi udara" mencegah terkena polusi udara[/caption] Selain itu, polusi udara di kota besar yang padat penduduknya juga dapat meningkatkan resiko terserang diabetes pada anak-anak. Hal ini juga dipublikasikan di dalam Journal Diabetologica, yang menjelaskan tentang anak-anak yang tinggal di kota yang tinggi polusi udara, ternyata memiiliki kecenderungan lebih rentan memunculkan resistensi insulin sehingga nantinya akan berpotensi mengalami diabetes tipe dua.

Penelitian tersebut melibatkan 3878 anak yang berumur 10 tahun yang diambil contoh darahnya oleh para peneliti untuk diteliti secara lanjut. Dan hasilnya, anak-anak yang tinggal di tempat yang paparan polusi udaranya lebih tinggi terbukti memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih tinggi. Sedangkan anak-anak yang tinggal di tempat yang rendah polusi memiliki tingkat resistensi insulin yang relatif rendah. "Jadi bisa disimpulkan bahwa pemicu perkembangan penyakit diabetes tidak hanya karena dari gaya hidup saja. Tapi kondisi kesehatan lingkungan juga ikut berpengaruh dalam kesehatan anak" kata Joachim Heinrich yang menuliskan tentang hasil penelitian itu.

Sabtu, 21 Desember 2013

Minuman Isotonik Bagi Para Pengidap Hipertensi

produk minuman isotonik
 Minuman isotonik merupakan produk minuman yang mengandung ion seperti ion natrium serta klorida, yang merupakan zat untuk menyusun garam. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, perlu adanya pembatasan dalam konsumsi garam khususnya bagi pengidap hipertensi.

Namun, pertanyaan yang muncul dalam beniak kita adalah apakah minum isotonik itu benar-benar aman bagi pengidap hipertensi? Dalam hal ini, Dr Muzal Kadim menyatakan bahwa, minuman isotonik relatif aman jika dikonsumsi oleh pengidap hipertensi.

Sebab kandungan natrium serta klorida di dalam minuman isotonik sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan jumlah garam yang dusah di standartkan oleh WHO yaitu sebanyak 1.500 miligram bagi pengidap hipertensi.

Sebab, nilai kandungan natrium yang terdapat di dalam satu liter produk minuman isotonik hanyalah seujung sendok teh saja. Sehingga masih relatif aman untuk dikonsumsi oleh pengidap hipertensi. pengganti isotonik alami[/caption] Kondisi hipertensi dapat menyebabkan tekanan darah dalam arteri menjadi meningkat sehingga organ jantung bekerja ekstra keras daripada dalam tubuh yang kondisinya normal.

pengganti isotonik alamiHipertensi juga merupakan faktor resiko utama munculnya penyakit lainnya seperti stroke, gagal jantung, serangan jantung serta berbagai penyakit kardiovaskular lainnya. Di samping itu, hipertensi juga dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis. Meskipun sebenarnya minuman isotonik termasuk relatif aman untuk dikonsumsi oleh pengidap hipertensi, namun tetap saja sebaaiknya anda tidak mengkonsumsi minum isotonik secara berlebihan khususnya saat anda tidak sedang melakukan aktivitas fisik yang sangat menguras cairan tubuh.

"Fungsi dari minuman isotonik adalah menggantikan cairan tubuh yang hilang saat anda melakukan aktivitas. Jadi, aktivitas fisik yang berat serta membuat anda mengeluarkan banyak keringat lah yang sangat membutuhkan bantuan dari minuman isotonik" kata Dr. Muzal Kadir. Sebenarnya, ada minuman yang dapat menggantikan ion-ion dalam tubuh kita dengan cepat secara alami. Yaitu dengan minum air kelapa.

Air kelapa yang rasanya manis dan segar dapat menggantikan ion-ion serta cairan dalam tubuh yang hilang dengan cepat dan sangat alami sekali. Bahkan, saat ini banyak sekali produk-produk minuman yang bahan utamanya adalah air kelapa muda yang bagus sekali untuk kebugaran tubuh. Selain itu, air kelapa juga mengandung anti bakteri, anti virus, anti jamur sama seperti air susu ibu.

Jumat, 20 Desember 2013

Beda Serangan Jantung Dengan Nyeri Dada Biasa

Semua orang pasti merasa khawatir dan takut akan adanya serangan jantung. Penyakit yang berbahaya serta sangat mematikan ini memang sangat ditakuti oleh semua orang di berbagai belahan dunia.

Bagaimana tidak, serangan jantung dapat merenggut nyawa seseorang dengan tiba-tiba dan tak terduga. Individu yang terlihat sehat-sehat saja karena tidak ada keluhan tentang gejala penyakit apapun, dapat saja meninggal secara mendadak akibat dari serangan jantung.

Bahkan ada kabar berita tentang seorang pemain sepak bola dalam sebuah club yang ada di Italia, meninggal dunia di lapangan pada saat pertandingan masih berlangsung. Tim dokter menyatakan bahwa penyebab kematian pemain sepak bola itu adalah karena serangan jantung.

Maka dari itu, kita patut untuk selalu waspada terhadap adanya serangan mendadak yang sangat mematikan yang disebabkan oleh serangan jantung. Sebenarnya, penyakit jantung juga memiliki banyak gejala yang dapat kita kenali serta dianalisis oleh orang awam sekalipun, asalkan orang tersebut telah mengetahui informasi tentang penyakit ini sejak awal.

Yang terpenting untuk diketahui adalah penyakit jantung tidak identik dengan rasa nyeri pada bagian dada. Orang yang mengeluhkan rasa nyeri di bagian dada dapat dikatakan telah menderita penyakit jantung, sebab bisa saja orang itu mengidap penyakit lain, misalnya pneumothorax, asma atau yang lainnya.

Seorang ahli penyakit jantung mengatakan bahwa, sebenarnya ada lebih dari 1/3 pasien penyakit jantung tidak mengeluhkan tentang adanya rasa nyeri pada bagian dada. Namun, gejalanya sudah dapat dirasakan jauh sebelumnya, yaitu ketika merasakan nyeri pada dada yang timbul selama 5 hingga 10 menit. Lalu bagaimana cara membedakan nyeri dada yang dirasakan tersebut karena akibat dari penyakit jantung atau gangguan penyakit lain?

Dibawah ini adalah gejala-gejala yang sangat khas yang muncul pada orang-orang yang mengalami serangan jantung, yaitu:
  • Dada terasa sesak serta berat sekali sehingga mengalami kesulitan dalam bernafas.
Kemungkinan anda pernah melihat iklan tentang obat asma yang biasa ditanyangkan di televisi, dimana terlihat seseorang yang nampak merasakan sesak napas yang berat sekali seperti diikat oleh tali yang kencang. Rasa sesak seperti itulah yang dirasakan oleh orang yang terkena serangan jantung.
  • Berkeringat, perut terasa mual. Serta timbul rasa cemas.
Kondisi ini akan timbul secata serentak, berbarengan dengan sesak saat bernapas hingga merasa sangat kesulitan sekali untuk bernapas.
  • Rasa sakit yang merambat.
rasa sakit pada bagian leher, lalu diikuti rasa sakit pada bagian lengan kiri serta rahang, pada bagian belakang perut serta dapat juga terjadi pada salah satu bagian bahu.
  • Jantung berdegup kencang bahkan lebih cepat dari biasanya.
Pada saat yang bersamaan, tubuh menjadi lemas secara tiba-tiba. Yang patutu diperhatikan adalah gejala-gejala yang berhaya seperti diatas dapat terjadi sekalipun anda sedang beristirahat dalam arti tidak melakukan kegiatan atau aktifitas. Namun, gejala-gejala ini juga dapat muncul setelah berolahraga, setelah makan dalam porsi besar, maupun pada saat stress.

 Jika anda merasakan beberapa gejala seperti diatas, segera temui dokter untuk mendapatkan pertolongan secara dini. Anda perlu mengetahui bahwa otot-otot jantung akan mengalami kerusakan yang permanen setelah terjadi serangan jantung.

Maka, untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, sedera mencari bantuan bila anda mengalami gejala-gejala serangan jantung. Nyeri dada juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain selain serangan jantung.

Berikut ini adalah nyeri dada yang tidak termasuk serangan jantung:
  • Nyeri dada saat batuk.
Jika anda merasakan nyeri pada bagian dada saat anda batuk, maka anda tidak perlu khawatir sebab hal tersebut bukan termasuk gejala serangan jantung, walaupun tetap harus diobati. Umumnya penyebab dari hal tersebut adalah adanya infeksi pada saluran pernafasan bagian atas karena serangan virus.
  • Nyeri pada bagian rusuk.
Umumnya rasa nyeri pada bagian rusuk disebabkan oleh timbulnya penyakit yang lain seperti herpes zoster.
  • Nyeri otot atau pada tulang dada.
Hal seperti ini adalah hal yang normal serta sering sekali terjadi justru pada individu yang sedang meningkatkan kegiatan fisiknya.
  • Patah pada tulang rusuk.
Rasa nyeri pada nagian dada yang dialami oleh seseorang bisa jadi karena adanya tulang rusuk yang patah karena berbagai macam sebab, meliputi terjatuh, terkena pukulan, dan lain sebainya.
  • Pneumothorax
Penyakit ini merupakan masalah atau gangguan pada organ paru-paru yang dapat menyebabkan rasa nyeri di dada hingga dapat mengakibatkan sesak napas.
  • Darah beku pada organ paru-paru
Kondisi seperti ini disebut sebagai emboli yang dapat menyebabkan adanya rasa nyeri dada yang sangat merepotkan. Kondisi seperti ini memerlukan penanganan oleh dokter ahli untuk menghilangkan rasa nyeri yang diderita.
  • Penyakit pada tulang belakang.
Anda semua pasti sudah pernah tahu tentang penyakit terjepitnya saraf tulang belakang. Kondisi seperti ini juga dapat menyebabkan adanya rasa nyeri pada bagian dada yang sangat mengganggu. Itulah tadi berbagai macam perbedaan gejala untuk membedakan gejala mana yang termasuk gejala serangan jantung maupun hanya nyeri dada biasa yang memiliki tingkat resiko kematian jauh dibawah serangan jantung.  

Kamis, 19 Desember 2013

Faktor Yang Berkaitan Dengan Serangan Jantung

 Selama ini, obesitas atau kegemukan pada seseorang merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan serangan jantung.

Padahal, sebenarnya ada cara yang lebih akurat untuk memprediksi apakah seseorang memiliki resiko terserang penyakit jantung atau tidak. Yaitu dengan cara melihat dari ukuran pinggangnya.

Ukuran pinggang seseorang ternyata bisa dijadikan sebagai sebuah patokan untuk memprediksi kesehatan jantungnya jika dibandingkan dengan ukuran dari berat badannya.

Dalam beberapa penelitian telah ditemukan bahwa, Body Mass Indexs atau indeks massa tubuh sangat berkaitan dengan resiko kematian yang disebabkan oleh penyakit kronis serta penyakit jantung.

Namun, hal yang paling mengejutkan adalah adanya analisis baru yang telah dimuat dalam Journal of America College of Cardiology yang menyatakan bahwa, ukuran pinggang merupakan suatu cara yang dapat dikatakan jauh lebih akurat dalam memprediksi kemungkinan seseorang meninggal karena penyakit jantung maupun penyakit lainnya.

Dalam penelitian tersebut, telah ditemukan bahwa seseorang yang memiliki resio lingkar pinggang - panggul lebih dari 89 cm atau 35 inchi untuk wanita, atau 101,6 cm atau 40 inchi untuk pria, memiliki kemungkinan meninggal karena penyakit jantung hingga 70% jika dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki ukuran pinggang yang lebih kecil.

Jean-Pierre Depres, PhD, seorang direktur penelitian di Quebec Heart and Lung Insttitute Laval University, menyebutkan bahwa studi baru tersebut memberikan lebih banyak bukti tentang kekurangan metode pengukuran BMI dalam melakukan penilaian tentang resiko serangan jantung.

Namun, metode penilaian melalui indeks massa tubuh seseorang dikombinasikan dengan mengukur ukuran pinggang, akan dapat memberikan hasil prediksi yang lebih lengkap serta lebih akurat.

Mungkin juga tidak banyak yang tahu bahwa orang yang mengalami serangan jantung lebih banyak mengalaminya setelah melakukan mandi dengan air hangat, terutama saat udara dingin tengah merasuk jika dibandingkan dengan setelah melakukan aktifitas yang berat.

Dalam sebuah penelitian di Jepang, dengan cara meneliti sekitar 11.000 kasus kematian akibat serangan jantung di Osaka, Jepang, ditemukan bahwa orang yang mengalami serangan jantung setelah mandi air hangat pada saat musim dingin, memiliki angka kasus yang lebih banyak sekitar 10 kali lebih banyak jika dibandingkan pada saat musim panas.

Dari hasil penelitian tersebut dapat kita simpulkan bahwa individu yang ingin menghangatkan tubuhnya saat musim dingin tiba dengan cara mandi dengan air hangat memiliki resiko mengalami serangan jantung yang lebih tinggi sehingga kita harusnya menghindari hal ini.

Selain itu, serangan jantung jiga bisa terjadi saat seseprang sedang tidur lelap. Bahkan kasusnya lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang mandi dengan air hangat di musim dingin. Yaitu sekitar 22% kasus.

Agar lebih jelas, kami akan memberikan hasil penelitian yang lebih menegaskan terjadinya resiko serangan jantung dalam kegiatan tertentu:
  • Tidur sebanyak 22%.
  • Mandi air hangat sebanyak 9%.
  • Kelelahan dalam bekerja sebanyak 3%.
  • Berolahraga 0,5%.
  • Lain-lain 65,5%.
Jika kita lihat dari angka perbandingan antara mandi air hangat dengan berolahraga, sebanyak 54 orang yang mengalami serangan jantung setelah melakukan mandi dengan air hangat di musim dingin. Sedangkan orang yang meninggal karena serangan jantung setelah berolahraga hanya sekitar 10 orang saja. Para peneliti menduga bahwa pada saat seseorang mandi dengan air hangat pada musim gingin dapat menyebabkan tekanan darah mengalami penurunan secara drastis.

Hal tersebut memberikan dampak pada berkurangnya fungsi organ jantung secara mendadak. Serta pada beberapa kasusnya, dapat langsung menyebabkan serangan jantung. Anda yang hobi dalam bekerja bahkan sampai melupakan segalanya karena terlalu sibuk mengejar target baik berupa target secara finansial maupun target kepuasaan hati, sebaiknya mulai saat ini anda mengurangi aktifitas kerja yang berlebihan tersebut. 

Apapun itu, jika dilakukan secara berlebihan akan memberikan dampak yang buruk. Begitu juga di dalam bekerjsa, dimana seseorang yang terlalu bersemangatdalam bekerja bahkan lembur setiap hari akan memicu resiko terkena serangan jantung.

 Menurut sebuah penelitian yang diikuti oleh para pekagai negeri di London, Inggris, telah terungkap bahwa pekerja yang bekerja dengan waktu lebih dari 11 jam dalam 1 hari, sangat rentan sekali terkena serangan jantung.

Angka resikonya dapat mencapai sekitar 67% jika dibandingkan dengan karyawan yang bekerja dengan jam kerja  yang normal yaitu 7 hingga 8 jam dalam 1 hari.

Penelitian ini dilakukan pada sekitar 7000 orang responden serta dilakukan selama 11 tahun itu menemukan bahwa, sekitar 192 orang responden mengalami serangan jantung akibat dari bekerja dengan berlebihan. Penelitian ini memang masih membutuhkan penelitian lanjut untuk memperdalam tentang hal ini.

Namun, hasil penelitian diatas dapat kita jadikan sebagai peringatan bahwa bekerja  secara berlebihan dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Maka dari itu, akan lebih bijaksana lagi jika kita mau menjaga kesehatan kita dengan sebaik mungkin sejak dini.

Rabu, 18 Desember 2013

Mengenal Tentang Penyakit Leptospirosis

bakteri leptospiraAkan ada banyak sekali jenis penyakit yang muncul ketika musim hujan. Biasanya yang terjadi adalah batuk dan pilek.

Namun, pernahkah anda mengenal tentang penyakit leptospirosis serta apa penyebab dari penyakit leptospirosis? Leptospirosis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia maupun sebaliknya  atau biasa disebut zoonosis.

Leptospirosis juga dikenal  dengan nama Demam Icterohemorrhage, Penyakit Weil, Penyakit Swineherd's, Demam persawahan atau Ricefield fever, Demam Lumpur, Demam Canicola, Jaundis berdarah serta Penyakit Stuttgart pada manusia, sedangkan pada binatang disebut penyakit kuning non-virus, penyakit air merah pada anak sapi, serta tipus anjing.

Umumnya di Indonesia, penyakit leptospirosis ini biasanya terjadi oleh adanya tikus pada saat kondisi sedang banjir. Ketika ada banjir maka akan merubah keadaan lingkungan meliputi adanya genangan air, lingkungan menjadi berlumpur serta becek, dan juga banyak sampah-sampah yang tertimbun yang dapat mempermudah perkembang biakan bakteri Leptospira.

Air seni tikus akan ikut arus banjir yang kemudian memasuki tubuh manusia melalui permukaan kulit yang mengalami luka, selaput lendir hidung serta mata. Selama ini tikus merupakan hewan yang dianggap membawa serta menyebarkan penyakit lemptospirosis sebab bertindak sebagai inang yang alami serta memiliki kelebihan dalam sistem reproduksi. Sedangkan beberapa hewan yang lainnya seperti babi, kuda, domba, kambing, sapi serta anjing juga dapat terserang Leptospirosis namun potensi penularannya hanya sedikit.
  • Penularan
faktor resiko leptosirosisCara penularan leptospirosis bisa terjadi secara langsung dari satu penderita ke orang lain, serta secara tidak langsung yaitu melalui media.

Penularan yang terjadi secara langsung umumnya melalui kontak langsung dengan selaput lendir mata, kontak dengan luka di kulit, mulut, cairan air seni, kontak seksual dan bahkan cairan abortus atau cairan saat menggugurkan kandungan.

Sedangkan penularan dari manusia ke manusia relatif jarang terjadi. Penularan secara tidak langsung umumnya terjadi melalui kontak fisik dengan hewan atau sebaliknya dengan berbagai macam barang yang telah tercemar air seni pengidap leptospirosis, contohnya alas di kandang hewan, makanan, minuman, tanah serta jaringan tubuh. Umumnya kasus yang sering terjadi pada manusia yaitu pada para pekerja pembersih selokan, karena selokan umumnya banyak tercemar bakteri Leptospira.

Biasanya, penularan yang terjadi lewat mulut serta tenggorokan sangat jarang sekali terjadi, sebab bakteri ini tidak dapat hidup di dalam lingkungan yang asam. Bakteri leptospira dapat hidup pada air tawar serta tanah selama kurun waktu 1 bulan, namun dapat dibasmi dengan menggunakan cairan pembasmi kuman atau desinfektan. Umumnya bakteri leptospirosa yang banyak terdapat  pada bagian dinding, bagian rumah serta lantai rumah yang rentan terkena air yang kotor ketika musim hujan.

gejala leptospirosisKetika bakteri leptospirosa masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir serta kulit. Maka bakteri leptospira akan memperbanyak diri di dalam darah serta jaringan tubuh. Selanjutnya akan terjadi leptospiremia , yaitu ketika adanya penimbunan bakteri leptospira  di dalam darah sehingga bakteri dapat menyebar ke berbagai jaringan tubuh terutama ginjal serta hati.

Pada organ ginjal, kuman akan bermigrasi ke interstitium, tubulus renal serta tubular lumen yang dapat menyebabkan radang ginjal interstitial  atau nefritis interstitial serta kematian tubuli ginjal atau necrosis tubular. Penyakit gagal ginjal biasanya terjadi karena adanya kerusakan pada tubulus, hipovolemia karena kekurangan cairan serta adanya peningkatan permeabilitaskapiler.

Gangguan pada hati lebih berupa nekrosis sentilobular dengan proliferasi sel Kupffer. Ketika kondisi seperti ini terjadi maka akan ada peningkatan sel-sel Kupffer do dalam organ hati. Leptospira juga mampu menyerang otot tulang yang nantinya akan menyebabkan edema, nekrosis fokal serta vakuolisasi miofibril. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada sistem sirkulasi otot mikro serta meningkatnya permeabilitaskapiler dapat menyebabkan adanya kebocoran cairan serta hipovolemia sirkulasi.

Gejala Umum

 Leptospirosis memiliki gejala umum yang meliputi:
  • Menggigil
  • Demam yang tinggi,
  • Sakit kepala.
  • Muntah-muntah.
  • Peradangan pada mata.
  • Nyeri otot bagian punggung dan betis.
Jika anda mengalami gejala seperti diatas, sebaiknya anda sesegera mungkin mengkonsultasikannya kepada dokter terdekat. Bila tidak segera ditangani, penyakit leptospirosis ini dapat merusak berbagai organ vital dalam tubuh. Sebab, bila bakterinya terkumpul di jantung anda akan mengalami gagal jantung. Jika menyerang ginjal maka anda akan diharuskan untuk terus melakukan cuci darah. Dan bila menyerang liver maka akan menunjukkan gejala kulit menguning serta adanya pembengkakan pada liver. Bakteri leptospira ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama pada organ ginjal hewan, sehingga bakteri ini akan banyak dikeluarkan melalui air seninya. Bakteri ini mampu bertahan hinga berbulan-bulan lamanya sedangkan pada manusia umumnya akan bertahan selama 2 bulan. Manusia merupakan inang yang paling akhir sehingga penularan ke sesama manusia jarang sekali terjadi.
  • Cara Pencegahan Leptospirosis
lingkungan yang tidak bersih
Penyakit leptospirosis bisa dicegah dengan berbacag macam cara, yaitu menghindari kontak langsung dengan kotoran hewan, selalu menggunakanan alas kaki ketika ingin keluar rumah serta jangan berenang di tempat-tempat yang kotor karena mungkin saja sudah tersemar air seni tikus.

Kebiasaan yang sederhana sekali seperti mencuci tangan sebelum kontak secara langsung dengan hewan, memusnahkan tikus serta menyimban bahan makanan di tempat-tempat yang bersih juga bisa mencegah kita tidak terjangkat bakteri leptospira. Sebenarnya, penyakit leptospirosis yang masuk dalam klasifikasi ringan dapat dibasmi dengan pemberian obat antibiotik seperti ampisilin, doksisiklin maupun amoksisillin.

Bila untuk penyakit leptospirosis tingkat parah dapat diobati dengan pemberian penisilin G, eritromisin, amoksisillin serta ampisilin. Manusia cenderung rawan terserang leptospira sehingga manusia sudah sewajarnya untuk mewaspadai berbagai pencemaran khususnya air seni hewan apapun.  Hidup sehat serta selalu menjaga kebersihan merupakan sara yang paling tepat untuk mencegah penyakit leptospirosis. 

Manusia yang hobbi memelihara binatang sebaiknya selalu membersihkan tangan dan tubuh dengan menggunakan sabun antiseptik setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan. kandang atau lingkungan sekitar dimana hewan peliharaan anda berada. Selain itu penting juga mewaspadai tikus sebagai hewan pembawa bakteri leptospirosis.

Memberantas hama tikus harus di galakkan. Disamping itu, para peternak sapi maupun babi juga dihimbau untuk tidak mengandangkan ternaknya terlalu dekat dengan sumber air. Kotoran binatang ternak juga perlu untuk diarahkan ke tempat pembuangan khusus sehingga tidak mencemari lingkungan serta mencemari air.

Selasa, 17 Desember 2013

Aktif Berolahraga Membuat Kerja Semakin Fokus

bersepeda ke kantorGaya hidup sehat serta aktif untuk bergerak, telah lama dipercaya dapat mengindarkan seseorang dari penyakit yang berkaitan dengan obesitas, bahkan dapat mempertajam daya ingat.

Namun ternyata, manfaat dari gaya hidup sehat yang aktif tidak hanya itu saja. Sebab, orang yang sehat ternyata juga memiliki rentang perhatian yang lebih panjang jika dibandingkan dengan orang yang memiliki gaya hidup yang menetap, atau monoton.

Rentang perhatian atau attention span merupakan suatu periode dimana seorang individu dapat memfokuskan perhatiannya dalam satu hal tanpa disertai dengan adanya suatu gangguan apapun. Tim peneliti dari University of Granada, Spanyol, secara khusus telah menemukan bahwa aktivitas fisik seperti olahraga berat ataupun lari dapat meningkatkan fungsi dari sistem saraf pusat atau yang biasa disebut dengan central nervous system atau CNS serta autonomic nervous system atau ANS.

Orang-orang yang aktif dalam bergerak tidak hanya memiliki perhatian yang panjang, namun juga memiliki kemampuan kognitif yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan rekan-rekan kerjanya yang tidak begitu aktif. Untuk membuat kesimpulan seperti ini, para peneliti membandingkan performa kognitif sejumlah responden dengan jara menguji perhatian berkelanjutan atau sustained attention, perhatian berorientasi dengan waktu atau time oriented attention, serta persepsi waktu pada para responden.

tetap aktifPara responden yang ikut berpartisipasi terdiri dari 28 pria muda yang mayoritas merupakan mahasiswa University of Granada. 14 orang diantaranya masih berusia antara 17 hingga 23 tahun, diantaranya memperlihatkan rendahnya kemampuan fisik atau physical aptitude, yang menunjukkan bahwa memiliki porsi aktivitas fisik yang lebih rendah.

Sedangnya 14 orang yang lain berusia antara 18 hingga 29 tahun yang hidupnya jauh lebih aktif dibandingkan dengan responden lain. Untuk membuktikan tingginya tingkat kemampuan fisik pada kelompok kedua, para peneliti mengungkapkan bahwa, 11 orang diantaranya merupakan anggota dalam suatu organisasi olahraga seperti federasi bersepeda, sedangkan 3 orang yang lain, mempelajari aktivitas secara fisik di universitas.

Dari situlah, para peneliti akhirnya menemukan bahwa dengan bersepeda, partisipan pada kelompok pertama  yang memiliki fisik yang bugar memiliki kemampuan untuk tetap fokus pada suatu pekerjaan, dalam waktu yang lebih lama, termasuk merespon beberapa stimulan secara lebih cepat. Bahkan para peneliti sempat terkejut ketika mengetahui perbedaan pengaruh tes kognitif terhadap ANS para responden.

latihan sambil bekerja
Contohnya, ketika peneliti menguji persepsi waktunya, detak jantung para responden mengalami penurunan, namun ketika perhatian berkelanjutan para responden di uji, nyaris tidak ada perubahan yang dignifikan pada denyut jantung para responden tersebut. Faktanya, saat para peneliti berpindah dari satu ujian ke ujian yang lain, denyut jantung responden yang aktif dalam bergerak termasuk yang paling stabil.

Sebaliknya, kelompok yang tidak aktif bergerak atau berolahraga memperlihatnya denyut jantung yang cenderung naik turun dari satu ujian ke ujian lainnya. "Melalui penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat utama dari kebugaran secara fisik pesepeda yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini, sepertinya ada hubungannya dengan sejumlah proses yang dipengaruhi oleh perhatian berkelanjutan" kata Antonio Luque Casado, sebagai ketua tim peneliti dari Department of Esperimental Psychology.